THE WINNER NOT A WHINER

 

        motivasi sukses

          Pernahkan anda merasa dalam sebuah episode hidup anda merasa bahwa Tuhan tidak adil pada Anda?
Pada banyak kesempatan diseminar-seminar, training atau worksop yang saya selenggarakan, terlontar pertanyaan yang menggelitik saya.


“mbak Niek…saya sudah banyak baca buku tentang sukses, saya juga rajin mendengarkan motivasi-motivasi anda, seminar-seminar juga sering saya hadiri. Tapi kenapa saya kok ga sukses-sukses? Dari tahun ketahun kehidupan saya begini…begini aja…”


Atau pertanyaan dalam versi yang berbeda:
“mbak, apa yang salah dari tindakan saya? Semua nasehat mbak saya lakukan, tapi kok belum sukses juga? Boro-boro rumah, makan aja masih susah”


          Sementara ada teman-teman yang baru sekali ikut training eh, sudah bisa beli mobil, sudah bisa bangun rumah? Adilkah Tuhan pada saya???? Sahabat pembaca, saya yakin anda pernah mendengarkan pertanyaan semodel itu atau pertanyaan-pertanyaan yang satu versi dengan itu mungkin pernah terlintas dalam benak anda. Dulu, saya juga sering melontarkan pertanyaan model begitu.

          Mengapa saya belum juga sukses????padahal koleksi buku motivasi saya dengan penulis dalam dan luar negeri berderet dilemari buku, bahkan sebagiannya setiap malam mengantarkan saya kealam mimpi. Bahkan ada yang nasibnya sedikit apes (maaf sedikit kasar), terukir pulau pada beberapa halamannyanya, akibat hujan lokal – bahasa kerennya ngiler- Dan hampir setiap hari saya pun mendengarkan motivasi dari radio bertahun-tahun, seperti yang sudah anda lakukan selama ini. Mengapa sukses enggan mampir?
          Sampai suatu ketika saya berpikir bahwa setiap pembicara atau motivator yang saya sering dengar di radio dan saya baca bukunya adalah pembohong. Mereka hanya pamer kesuksesan pada saya yang kere ini. Atau saya hanya obyek produk-produk mereka, ya buku, ya CD, ya yang lain-lain.
          Sahabat pembaca, pikiran-pikiran negatiF tersebut bertaahun-tahun bercokol dikepala saya. Sampai kemudian saya bertemu dengan seorang pembicara yang luarbiasa yang nasehatnya mencerahkan saya.


NEGATIF ATAU POSITIF
          Setiap orang saya yakin memiliki pemikiran dengan kualitas yang berbeda-beda. Dan itu yang menjadikan orang berbeda dalam memahami setiap situasi, termasuk memahami dan mensikapi tulisan yang ada di tangan anda ini. Juga menentukan dalam mencapai IMPIAN/TUJUAN. Ada orang dengan pemikiran negatif yang sangat dominan. Ada juga dengan pemikiran yang cenderung negatif. Lalu kita temukan ada orang dengan pemikiran dominan positif (ini tentu baik).

          Ketika orang dengan pemikiran negatifnya yang dominan, kemudian mendapatkan pencerahan lalu mengalami pergeseran pemikiran menjadi sedikit lebih positif, maka itu tidak cukup baginya untuk dijadikan sebagai modal meraih kesuksesan.
          Maka ketika ada pertanyaan mengapa saya belum juga sukses? Maka pertanyaan lain juga harus dimunculkan, seberapa jauh anda bergeser dari posisi negatif mengarah posisi positif yang anda dapatkan setelah mendapatkan pencerahan?
          Apakah sudah cukup signifikan sehingga kita sudah sampai pada posisi positif ? atau jangan-jangan pergeseran itu hanya sedikit saja, bahkan kita masih ada pada posisi negatif dengan kata lain pemikiran negatif kita berkurang sedikit dengan pencerahan positif terssebut?
Dan kalau yang terjadi demikian maka dapat diketahui mengapa kita masih begini-begini saja.
So, sahabat pembaca kita harus mengetahui dengan pasti apakah kita masih dominan di posisi negatif atau positif.
Saya ingin mengajak anda untuk memahami posisi kita saat ini dengan analogi sebuah garis persamaan, yang kita kenal waktu zaman sekolah dulu dengan garis koordinat.

          Titik NOL (0) ada ditengah antara angka negatif dan angka positif. Jika dianalogikan bahwa disebelah kiri titik NOL (0) adalah ruang yang mewakili pikiran, tindakan atau dengan kata lain mental negatif. Sementara sebelah kanan angka NOL (0) adalah mewakili mentalitas positif.
           Mengapa anda belum sampai pada IMPIAN-IMPIAN anda sementara anda merasa bahwa perjuangan anda untuk menuntut ilmu dan mempraktekkannya demikian power full (ini menurut anda lho).
Yuk Kita berandai-andai sejenak. Andaikan saat anda mengikuti seminar dan mendapatkan pencerahan, ternyata posisi anda berada pada -200 (minus 200) dan dari pencerahan tersebut anda mengalami pergeseran sampai dengan 150 (WOW, ini luar biasa THE BEST), maka posisi anda masih berada di -50. Itu artinya ternyata pergeseran 150 belum mampu membuat anda sampai pada jalur positif. Itulah mengapa anda belum sampai pada IMPIAN anda, atau dengan kata lain anda masih tersendat-sendat menggapai TUJUAN Anda.

Kini anda faham ya dengan gambaran saya itu??? Jadi, Anda ada diposisi mana sekarang???
Apa?! Anda belum tau??
Oh ya saya memang belum memberitahukan kepada Anda ya, apa ciri-ciri orang pada 2 posisi tersebut.

POSISI NEGATIF

Ini bagian kiri titik NOL, perwakilan angkanya menggunakan symbol minus (-). Berhati-hatilah membacanya, saya berharap cirri-ciri ini tidak ada didiri anda. Atau sekalipun ada, anda saat ini sedang berusaha untuk bergeser semakin kekanan.


1. Mudah mengeluh
Ini adalah penyakit yang melemahkan potensi besar anda. Benar-benar membuat kreatifitas anda lumpuh. Saat anda mengeluh ketahuilah bahwa anda sedang menarik keadaan negatif kearah diri anda. Jika ini dilakukan secara terus menerus akan menjadi program diri yang akan menggerus POTENSI diri anda.


Kita banyak menjumpai orang-orang dengan sikap seperti ini, berkeluh kesah. Apapun keadaannya selalu digambarkan sebagai sesuatu yang membuat Be Te. Apa saja bisa jadi bahan keluhan, keadaan apapun disikapi dengan keluhan.Saat musin hujan, bagi orang yang mudah mengeluh, adalah hambatan untuk bisa beraktifitas.

“aduh hujan, becek…basah…males banget deh mau keluar.”
Lalu ketika datang musin panas, maka akan keluar juga kata-kata keluhan. “duuuh, panas banget”
Kata-kata seperti sering muncul, “aduh” “Aaaah” “gimana sih!”
Sahabat, mulai sekarang Perhatikanlah kata-kata anda, apakah masih mengandung kata-kata keluhan. Kalau masih segeralah bertobat ( he he he ).

2. Mudah menyalahkan
Pembunuh kesuksesan diantaranya adalah sikap diatas . Berhentilah menyalahkan orang lain jika anda ingin meraih kesuksesan. Sepahit apapun perlakuan orang lain kepada anda, hindarilah menyalahkannya. Karena sikap menyalahkan akan menguras tenaga anda. Padahal tenaga itu bisa anda gunakan untuk meraih IMPIAN anda.


Dulu saya sering menyalahkan keadaan. Gara-gara orang tua saya miskin, saya jadi dikucilkan oleh teman-teman sekolah. Saya terjebak dalam sikap menyalahkan keadaan orang tua saya. Lalu beranjak dewasa saya menyalahkan keadaan diri. Dan seterusnya, keadaan demi keadaan saya salahkan, sehingga saya membuang banyak waktu dan tenaga untuk hal-hal yang menghancurkan saya.
Bersyukur, karena saya segera bangkit bertemu dengan guru-guru hebat yang mengajarkan untuk berhenti menyalahkan, sehingga sampailah saya pada titik seperti sekarang ini.

3. Muatan kata-kata Negatif
Sepertinya kata-kata yang paling mudah diucapkan oleh kebanyakan orang adalah kata-kata negatif. Coba anda hitung dari mulai bangun tidur sampai menjelang tidur, berapa banyak ungkapan-ungkapan negatif anda dengar?
Bahkan berita dimediapun yang banyak diminati adalah berita dengan muatan negatif. Entah itu gossip, berita criminal maupun berita kecelakaan.
Suguhan hari-hari kita adalah berita-berita yang tidak menggembirakan. Maka jadi tidak aneh ya, kalau kita pun jadi mempunyai program-program pikiran negatif.
Saya mau Tanya, kegiatan pagi hari anda (bagi anda yang sudah punya pasangan dan punya anak), anda mulai dengan omelan atau pujian?
Yup. Jika anda jujur, kebanyakan dari kita memulainya dengan HOROR.

4. Penolakan (penyangkalan)
Merasa paling bisa dan paling benar sendiri adalah salah satu cirri si orang yang suka menyangkal. Jika anda memberikan referensi buku, bisa jadi dia akan mengatakan. “aku dah tau yang kayak gitu”
Menyangkal dan kemudian mencari pembenaran begitulah yang selalu dilakukannya. Cobalah untuk memberinya masukan atau nasehat, maka jawaban klasiknya adalah’”harusnya nasehat ini untuk pasangan saya…” “harusnya nasehat ini untuk orang tua saya” dan seterusnya, yang intinya, ia tidak perlu nasehat, karena ia sudah paling benar.
Maka ketika membaca buku ini bisa jadi orang seperti ini akan mengatakan.
“iya sih bener apa yang ada di buku ini, tapi sepertinya ga mungkin bisa dipraktekkan…”
Nah, sudah jelas ya sekarang ciri-ciri dari posisi MINUS

 

POSISI POSITIF

Sekarang simak juga posisi sebelah kanan atau posisi PLUS, posisi yang kita harapkan.

1. Percaya Diri dan berkeyakinan
Menghargai apa yang diberikan oleh yang MAHA KUASA apapun bentuk yang diterimanya. Sikap ini sangat luar biasa, mampu menjadikan orang yang terlihat biasa-biasa saja mampu meraih IMPIAN yang luar biasa. Mempercayai bahwa setiap pemberianNYA adalah baik. Mempercayai (meyakini)bahwa setiap individu mempunyai keistimewaan, termasuk dirinya.
Si percaya diri selalu punya keyakinan tinggi dengan didasari ilmu dalam melakukan tahapan-tahapan dalam mencapai TUJUAN/IMPIANnya.
Dalam meraih IMPIAN ia melakukan yang terbaik, dan kemudian memasrahkan hasilnya pada YANG KUASA.

2. Bertanggung Jawab
Seseorang dengan mental bertanggung jawab, mengerti dan bertanggung jawab terhadap hidupnya dan terhadap apapun yang terjadi padanya.
Ia tidak mengindar dari masalah, sekalipun masalah yang datang berat dan bertubi-tubi. Baginya masalah adalah tantangan yang harus diselesaikan.

3. Punya Posisi
Punya posisi disini maksudnya bukan jabatan lho. ia tidak membiarkan dirinya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Paling tidak ia mampu memberikan manfaat pada keluarganya, tidak jadi beban tapi meringankan beban.
Posisi anda dimana???
Dimanapun posisi anda tidak jadi masalah, karena apapun posisinya (minumannya….he he he, just kidding) kabar baiknya Anda bisa menggesernya menjadi lebih baik.
OK, anda siap ya melakukan percepatan untuk sampai pada titik PLUS sebesar-besarnya???


APA YANG HARUS DILAKUKAN?
Mudah saja, ini bukan kata-kata menggampangkan lho ya. Saya tulis ‘mudah’ agar anda mau segera melakukannya. Ada tiga cara yang bisa anda lakukan untuk menggeser posisi anda dari Negatif ke Positif. Dan tiga-tiganya harus dimiliki.


1. Kesadaran
Pintu pertama yang harus dilalui untuk mencapai titik terbaik hari demi hari adalah KESADARAN. Sadar bahwa anda pada posisi yang harus diperbaiki dan digeser kearah yang lebih positif. Sadar bahwa anda memiliki potensi yang hebat yang harus digali dan dimaksimalkan. Ketika kesadaran untuk memperbaiki posisi ini muncul maka, akan mudah bagi anda untuk melangkah. Maka bangunlah kesadaran. Bangunkan diri anda sekarang juga…

2. Kemauan Kuat
Bagaimanakah kemauan yang kuat itu? Sebuah keinginan untuk berubah yang berasal dari dalam diri. Kemauan yang muncul dari dalam diri akan mampu menjadi pendorong yang kuat untuk maju.
Caranya????
Tambahkan alasan-alasan emosional dalam kemauan anda. misalnya : bayangkan kekecewaan orang yang anda sayangi (mungkin bu/pasangan/anak dan lain-lain) jika anda masih menjadi diri anda yang sekarang.
Pertegas dengan repetisi (pengulangan), lakukan pengulangan untuk mempertegas kemauan anda berubah. Pengulangan yang anda lakukan akan menjadi program bawah sadar yang akan secara otomatis mendrive anda.

3. Ilmu
Ini komponen yang tidak kalah penting dalam melakukan pergeseran diri. Kesadaran sudah ada, kemauan kuat juga ada, tapi tidak didukung oleh ilmu maka anda seperti berjalan dikegelapan. Ketika ada lubang kemungkinan besar anda akan terjerembab kedalamnya. Atau ketika ada rintangan, anda akan mengalami benturan yang kuat karena anda tak melihatnya.
Pelajarilah banyak hal, terutama yang berkaitan dengan pengembangan diri, seperti membaca buku ( ohya sebentar lagi saya akan mengeluarkan buku pengembangan diri yang luar biasa, bisa jadi salah satu referensi bacaan Anda untuk bergeser ke kuadran POSITIF ) atau mengikuti training.
Mintalah bimbingan dari orang-orang sukses yang bijaksana.
Dan bergabunglah dalam komunitas yang dapat  membantu Anda berkembang menjadi THE WINNER not A WHINER

 

Oke terima kasih semoga bermafaat. Bantu boosting semangat saya untuk terus berbagi seperti ini dengan share artikel ini ya….

BACA JUGA: Mengapa Bisnis Bisa GAGAL?

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
error: Content is protected !!