SYUKUR NIKMAT MEMBUAT SEHAT DAN BAHAGIA

“Dan (ingatlah) ketika Tuhan kalian memperingatkan. Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat-Ku kepada kalian; dan jika kalian mengingkarinya, maka azab-Ku sangat berarti.

(Q.S. Ibrahim: 7)

 

Episode pagi di sebuah keluarga kecil, sepasang suami-istri terlibat keributan.

“Coba sebut,apa yang pernah kamu kasih ke aku?” teriak istrinya.

“Dari kita menikah, sampai punya tiga anak, kamu cuma jadi kontraktor, ngontrak sana-sini. Boro-boro dibeliin baju-baju bagus kayak temen-temenku.” Si istri panjang-lebar mengomel.

Persoalannya sebenarnya mungkin tidak terlalu berat, suaminya hari itu tak bisa memberinya uang belanja seperti biasa, karena sebagai sopir taksi, penghasilan hariannya memang tidak menentu. Gara-gara uang belanja sehari itulah terhapus semua uang belanja yang diberikannya selama sembilan tahun menikah.

Dalam kasus lain, seorang suami selama sepuluh tahun bekerja, pergi pagi pulang malam demi memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya, lalu satu tahun belakangan menganggur akibat pemutusan hubungan kerja. Yang terlihat biasanya adalah satu tahun menganggurnya, bukan sepuluh tahun menafkahinya.

Sikap-sikap tidak bersyukur itulah yang kemudian menghambat kesuksesan dan kebahagiaan dalam keluarga itu.

***

Albert Schweitzer pernah berkata, “Gratitude is the secret to life. The greatest thing is to give thanks for everything. He who has learned this has penetrated the whole mystery of life–giving thanks for everything.

“Perasaan syukur adalah kunci rahasia kehidupan. Hal paling agung adalah berterima kasih untuk segala hal. Siapa yang telah mempelajari hal ini berarti telah menembus dan menguak semua misteri kehidupan–berterima kasih untuk segala hal.”

Syukur selain berhubungan dengan spiritualitas ternyata juga telah diteliti secara ilmiah oleh Emmons dan McCullough (2003). Peneliti ini meminta subjek penelitian untuk membuat jurnal syukur, rutin mencatat hal-hal yang mereka syukuri, dan setelah beberapa saat didapatkan hasil sebagai berikut.

  1. Subjek merasa lebih tenang, nyaman, optimis, dan lebih sedikit gejala sakit fisik.
  2. Subjek merasa lebih semangat, waspada, antusias, yakin, fokus, dan lebih berenergi.
  3. Subjek lebih mampu memberikan dukungan emosi dan memecahkan masalah orang lain yang membutuhkan bantuan mereka.
  4. Subjek tidur lebih lama dengan kualitas tidur yang lebih baik.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa orang yang secara rutin merasakan dan mempraktikkan perasaan syukur tampak lebih bahagia, nyaman untuk diajak berkomunikasi, dan memberikan pengaruh positif pada lingkungannya.  Orang yang penuh syukur dipandang sebagai orang yang lebih suka membantu sesama, lebih ceria dan bersahabat, lebih optimis, dan lebih bisa dipercaya (McCullough, 2002).

Nah, untuk membantu Anda berlatih menjadi pribadi penuh syukur, ucapkanlah  kalimat penuh makna ini diawal hari  Anda dan Anda akan tercengang melihat hasilnya setelah beberapa hari.

Alhamdulillah, ya, Allah. Terimakasih untuk segalanya, aku sama sekali tidak punya keluhan.” Lalu tersenyumlah dengan senyum lebar dan tarik napas panjang lalu hembuskan, lakukan beberapa kali.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
error: Content is protected !!