BERHENTI MENGELUH & MENYALAHKAN!

“Keberuntungan datang dan mengetuk dengan keras pintu rumah saya dengan salam yang menggembirakan. Tapi sia-sia usaha keberuntungan itu karena saya berada dirumah tetangga, saya sedang menumpahkan cerita tentang kesialan-kesialan saya.

~ Bruno Hegspiel ~

 

Perempuan muda itu menggendong bayi mungil…………………..

Aneh, batinku……………….

Bisa, ya.Hatiku bertanya-tanya…………………

Akan tetapi, waktuku terbatas. Perhatianku tertuju pada peserta seminar hingga tak menghiraukan suara-suara batinku sementara waktu.

Ia menangis tersedu-sedu disesi akhir kontemplasi yang aku bawakan.Sementara bayi mungil itu tidur tenang, seperti memahami ibunya  yang sedang mengikuti sesi kontemplasi. Aku penasaran.

“Saya masuk kesini saat kandungan saya delapan bulan,Mbak.” Ia mengawali cerita hidupnya.  Dan selama kurang lebih 30 menit aku dan Team berkesempatan mengajaknya berbincang-bincang tentang dirinya. Tentang sebab ia ada dalam lembaga pemasyarakatan.

Kasus pencurian berencana yang ia lancarkan bersama pacar yang telah menghamilinya, telah mengantarnya tinggal didalam penjara untuk beberapa tahun kedepan bersama bayi yang dilahirkannya di klinik LAPAS. Satu bulan setelah ia dijebloskan kedalamnya. Lagi-lagi permasalahan ekonomi yang menjadi alasannya. Ia masih sangat muda, belum lagi seperempat abad usianya. Menanggung dua anak hasil pernikahan pertamanya dengan pria tak bertanggung jawab, yang meninggalkannya saat hamil besar, tapi kemudian kembali saat ia melahirkan. Lalu, ketika hamil anak kedua ia memutuskan untuk berpisah dengan ayah dari anak-anaknya.

Yang paling mudah adalah menempatkan diri menjadi korban, itulah jebakan pola yang turun- temurun kita temukan, menempatkan diri sebagai korban  artinya kita menarik.situasi yang sama kedalam diri kita, terus-menerus.

Sungguh kejam sepertinya takdir Tuhan padanya, dua anak yang masih kecil-kecil ditambah orangtua yang miskin, membuat perempuan muda itu gelap mata. Kebutuhan susu kedua anaknya, makan sehari-hari kedua orangtuanya juga kebutuhan ia pribadi memaksanya  menerima tawaran  pemuda  lajang yang menjanjikan kehidupan manis dimasa datang. Pemuda itu mampu meyakinkannya untuk melakukan tindak kriminal pencurian. Selama berbulan-bulan mereka berdua melancarkan aksinya disekolah-sekolah. Sampai akhirnya polisi mengendus perbuatan mereka dan menjebloskan keduanya ke balik jeruji besi.

Tidak mudah menjalani episode hidup seperti wanita muda itu. Tubuh kecilnya tak mampu memeluk ketiga putra-putrinya sekaligus. Namun, nasi telah menjadi bubur,  sesuatu yang sudah terjadi tak  elok kalau disesali. Kini tinggal membuat bubur itu menjadi nikmat dimakan. mungkin ditambhakan suwiran ayam, atau kacang atau sekedar bawang goreng.

Hari-hari pertama dalam jeruji besi ia habiskan untuk mengeluh dan menyalahkan. Ia menyalahkan siapa saja dalam hidupnya, menyalahkan ayah-ibunya yang miskin dan tidak mampu menyekolahkannya sampai ke jenjang yang lebih tinggi hingga akhirnya ia jadi sulit mendapatkan pekerjaan. Ia juga menyalahkan pacarnya yang menjerumuskannya hingga harus mendekam dalam ruang sempit dilapas. Ia pun menyalahkan Allah SWT mengapa ia dilahirkan dari rahim perempuan desa yang miskin. Ia menyalahkan negara yang tidak mampu menjamin warganya yang miskin ini.

Perempuan muda itu sukses menempatkan dirinya sebagai korban.

***

Jebakan pola yang turun-temurun kita temukan adalah menempatkan diri sebagai korban.Kita menarik situasi yang sama kedalam diri kita, terus menerus.

Identitas sebagai korban merupakan keyakinan bahwa masa lalu lebih kuat pengaruhnya  daripada masa kini,  padahal  sesungguhnya tidak benar. Itu adalah keyakinan bahwa orang lain dan apa yang mereka lakukan terhadap kita menentukan sosok kita sekarang, menentukan sakit hati kita atau ketidakmampuan kita menjadi diri sendiri yang sejati. Jika kita telah menyadari hal ini, kita akan menyadari bahwa kita bertanggung jawab atas ruang batin kita sekarang (bukan orang lain) dan bahwa masa lalu tidak akan berhasil mengalahkan kekuatan masa kini.

Hal yang paling enak memang mengeluh, menyesali diri sendiri, dan berusaha menggalang simpati. Padahal menurut  hukum  tarik-menarik (Low of Attraction), jika kita berfokus pada hal-hal yang tidak kita inginkan, terus-menerus mengeluhkan betapa buruknya hubungan cinta kita atau begitu besarnya utang  kita,  betapa sulitnya hidup kita, seluruh orang membenci kita, kita menarik lebih banyak hal-hal buruk itu ke diri kita. Mengeluh ibarat memerintahkan alam semesta untuk memberi kita semakin banyak hal-hal yang tidak kita inginkan. Ini sejalan dengan sebuah hadist Qudsi di bawah ini.

Sesungguhnya Allah berfirman, “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Turmudzi)

Maka berhentilah mengeluh, berhentilah menyalahkan, dan berhentilah menempatkan diri sebagai korban. Dan berkomitmenlah.

Karena kesuksesan itu tidak untuk si tukang mengeluh

 

#Nikmah Nursyam

 

 

 

 

Saya Guru TK dan Saya Berpenghasilan Hampir 100 juta dari Bisnis Online

 

testimoni mentoring bisnis online TWI
Mendapatkan penghasilan segini dari belajar di TWI INSTITUTE

 

Mentoring Bisnis Online TWI

TWI INSTITUTE adalah KOMUNITAS Belajar bisnis online khusus wanita, yang membimbing member-membernya bagaimana membangun bisnis online dari mulai menciptakan produk yang cocok dijual di online, merancang strategi pemasaran yang efektif, hingga membuat bisnisnya mendapat transferan bukan hanya sekali tapi berkali-kali.

TWI INSTITUTE ini sengaja dibuat untuk membantu para wanita yang bisnis onlinenya macet, bermasalah penjualannya, dan merasa tidak ada peningkatan atau para wanita yang baru mau memulai bisnis online dan bingung mau memulai darimana.

APA YANG AKAN ANDA KUASAI SAAT MENJADI MEMBER TWI INSTITUTE???

ANDA AKAN MENGUSAI:

⇒ Pola bisnis online tembus ratusan juta bahkan miliaran rupiah

⇒ Ilmu wajib bisnis online yang bikin gendut isi rekening

Merancang strategi agar bisnis online dapat transferan berkali-kali

⇒ Rahasia dapat pembeli lebih cepat dan lebih banyak dari sebelumnya

⇒ Bagaimana menciptakan produk yang berpotensi laris manis dipasarankan lewat online

Tips praktis nulis iklan promosi agar calon pembeli kebeket transfer

⇒ Rahasia dapat pembeli lebih cepat dan lebih banyak dari sebelumnya

 

INI FASILITAS YANG OTOMATIS ANDA DAPAT KETIKA MENJADI MEMBER TWI INSTITUTE

1. Bimbingan Intensif

Anda akan dipandu menguasai ilmunya dari dasar banget, jadi tidak perlu meraba-raba harus mulai praktek darimana. Bimbingan dilakukan secara ONLINE melalui grup WA, Telegram dan Webinar. Juga bimbingan OFFLINE ( tatap muka secara langsung) 

2. Member Area Eksklusif

Berisi Ratusan ( dan akan bertambah terus ) materi berbentuk modul digital dan video tutorial yang ilmunya berdampak langsung ke bisnis Anda.

3. Akses Konsultasi Langsung

Bisa tanya jawab sepuasnya, diskusi dan sharing seputar materi melalui whatsapp dengan para mentor tanpa terbatas waktu, sampai kapanpun.

4. Grup Diskusi telegram

Tukar pikiran dengan semua member di grup telegram, belajar jadi tidak sendirian.

5. Support Member

Selama proses belajar, Anda akan didampingi costumer service yang selalu siap membantu Anda sampai sukses.

6. Life time Status

Berkesempatan mendapatkan update materi selamanya tanpa biaya tambahan satu rupiah pun.

 

mentoring bisnis online TWI

mentoring bisnis online TWI

Apa Kata Mereka Tentang TWI INSTITUTE???

mentoring bisnis online TWI

 



 

 



mentoring bisnis online TWI

 



testimoni member mentoring bisnis online TWI

 

YUK AMBIL KESEMPATAN SEKARANG JUGA!! JANGAN-JANGAN HARGA PONSEL ANDA JUSTRU LEBIH MAHAL DARI BIAYA BELAJAR BISNIS ONLINE  INI... he he

Kursus Internet Marketing Bagi Karyawati Untuk Persiapan Pensiun Dini

 

 

mentoring bisnis online TWI

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
error: Content is protected !!